Rabu, 18 Mei 2016
Selasa, 17 Mei 2016
Minggu, 10 April 2016
Belajar Stand Up Comedy
Seorang Stand Up Comedy-an disebut Comic atau Komik atau Komika.
Punchline adalah bagian yang mengejutkan audiens.
One Liner
Rule of three adalah teknik penggunaan tiga kalimat, dua kalimat awal digunakan sebagai set up, satu kalimat terakhir digunakan sebagai punch line.
Riffing adalah menggunakan segala sesuatu yang bisa diamati saat show. Biasanya menjadikan penonton sebagai objek joke.
Mas..fansnya MU yah, kaosnya Rooney tapi mukanya Roenyam
Call back adalah teknik yang menggunakan punch line dari set up yang sudah disampaikan dulu, untuk set up lain beberapa bit berikutnya. Biasanya punch line yang digunakan sebagai call back adalah punch line yang paling lucu. Dan call back sering digunakan untuk penutup. Tapi call back juga tidak harus ditaruh diakhir.
Observation adalah menyampaikan materi dengan cara menunjukkan betapa gilanya kehidupan sehari-hari kita atau keanehan orang-orang dikehidupan kita sehari-hari.
Gue suka bingung sama orang yang telfon-telfonan sambil jalan mondar-mandir, dan kalo obrolannya makin panjang jalannya juga makin panjang, untung telfon paling lama cuma 2 jam, coba bayangin kalo dia telfon seharian, jadi pas dimatiin dia udah jalan jauh banget “gue dimana yah?”
Comparisons adalah joke dengan membandingkan sesuatu dengan suatu yang lainnya. Punch line terletak pada perbedaan sesuatu yang dibandingkan tersebut.
Impersonation adalah menirukan sosok yang sudah terkenal atau menirukan penampilan komika lain. Tenik ini biasanya mengambil gaya bicara, gerakan, atau kata-kata khas.
Roasting adalah memanaskan dan mencela orang lain. Biasanya Komika melakukan roasting kepada komika lain, dewan juri, atau tokoh terkenal.
Gue denger Raditya Dika mau stand up lagi, padahal dia sekarang udah pake alphard, udah kaya, kurang duit lo(sambil ngeliatin Radit) kemaruk banget lo kaya Fir’aun
Heckler Handling adalah teknik pengubahan heckler (gangguan) menjadi suatu joke yang bertujuan untuk mengundang tawa dan menyuruh diam pengganggu. Pengganggu bisa berasal dari penonton atau komika lain. Contoh :
Selamat Mencoba.
Jumat, 08 April 2016
KRISTUS Jaminan Anda.
Keselamatan dalam KRISTUS adalah kepastian. Tinggallah dalam Kristus fan nikmati segala sesuatu yang telah dikerjakanNya bagi anda.
Grace To You.
Minggu, 07 Februari 2016
BAGAIMANA MEMBACA ALKITAB TANPA BINGUNG
Anda pernah jadi bingung karena apa yang tertulis di satu bagian Alkitab bertentangan dengan yang tertulis di
bagian Alkitab yang lain?
Paulus bilang, keseluruhan Kitab Suci adalah tulisan yang diilhamkan Allah yang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:16)
.
Tapi Paulus juga bilang kita harus membacanya dengan “rightly dividing the word of truth” (2 Timotius 2:15). Kita
harus dapat memilah Firman Kebenaran secara tepat.
Bagaimana caranya?
Ada dua pertanyaan yang harus kita tanyakan setiap kali
membaca ayat Alkitab :
(i). Apa yang ayat ini maksudkan di bawah terang karya salib yang sempurna?
(ii). Siapa penulisnya, kepada siapa ditujukan dan mengenai apa?
Salib sebagai ‘Filter’.
Hari ini saat mendengar banyak orang berkhotbah, anda bisa simpulkan salib seolah tak penting, seolah tak
membuat perbedaan apapun.
Padahal, kematian Yesus di salib adalah satu-satunya peristiwa terpenting dalam sejarah manusia.
Sebelum salib, perjanjian yang lama yang berlaku. Tapi setelah salib, yang berlaku adalah perjanjian yang baru yang berdasarkan kasih karunia, membuat perjanjian lama menjadi usang, kuno, kedaluwarsa (Ibrani 8:13).
Di bawah perjanjian lama anda diberkati JIKA anda baik.
Di bawah perjanjian baru anda diberkati KARENA Dia baik.
Lihatlah perbedaan kontras berikut :
Sebelum salib kita diberkati jika kita taat dan dikutuk jika kita tak taat (Ulangan 11:26-28).
Sesudah salib kita diberkati karena kita telah diampuni (Roma 4:8) dan kita telah ditebus dari kutuk Taurat (Galatia 3:13).
Sebelum salib kita mengampuni supaya diampuni Allah (Matius 6:14). Tapi di salib kita diampuni tanpa syarat dan sekarang kita mengampuni karena kita SUDAH
diampuni (Efesus 4:32; Kolose 3:13).
Sebelum salib mengasihi sesama berarti tidak mengingini istrinya atau harta miliknya (Ulangan 5:21).
Tapi setelah salib kita mengasihi dan menerima sesama kita karena Kristus TELAH mengasihi dan menerima kita
(1Yohanes 4:19; Roma 15:7).
Sebelum salib Allah itu jauh dan tak terhampiri (Keluaran 19:12). Tapi karena salib kita yang dulu jauh telah dibawa
menjadi dekat kepada Allah untuk menerima rahmat dan menemukan kasih karunia (Efesus 2:13; Ibrani 4:16).
Sebelum salib Allah menuntut kita bertanggungjawab atas dosa kita dan bahkan persembahan tidak mampu
membersihkan hati nurani kita yang jahat/penuh rasa bersalah (Imamat 5:17; Ibrani 9:9). Tapi karena salib, darah Yesus membersihkan kita dari hati nurani yang
jahat (Ibrani 10:22) dan Dia tidak lagi mengingat-ingat dosa kita (Ibrani 8:12).
Sebelum salib Allah berkata, “Jangan ….” (Keluaran 29).
Tapi setelah salib Allah berkata, “Aku akan ….” (Ibrani 8:8-12).
Sebelum salib perintahnya adalah “Lakukan, Lakukan,Lakukan”.
Setelah salib yang ada adalah “Telah, Telah,Telah”.
Sebelum salib kebenaran dituntut dari orang berdosa (Ulangan 6:25). Tapi setelah salib kebenaran diberikan
secara cuma-cuma sebagai anugerah/hadiah (Roma 5:17).
Sebelum salib dosa Adam berarti penghukuman bagi seluruh manusia (Roma 5:18). Tapi sekarang tak ada
penghukuman bagi mereka yang ada dalam Kristus Yesus (Roma 8:1).
Saat membaca Alkitab kita mesti bertanya, apakah ayat yang sedang kita baca menceritakan perjanjian lama
yang menghukum para pendosa, atau menceritakan perjanjian baru kasih karunia yang membuat pendosa
jadi orang benar?
Jika anda orang percaya, anda tak perlu takut penghukuman Taurat. Sebaliknya, bersukacitalah karena
anda adalah kebenaran Allah dalam Kristus Yesus (2Korintus 5:21).
Perhatikan juga siapa ‘audiens’nya…
Saat membaca Alkitab, kita juga perlu perhatikan kepada siapa ayat tersebut ditujukan. Sebab jika tidak, anda akan
‘salah makan obat’.
Ada dua jenis orang di dunia ini : yang menaruh imannya pada Yesus Kristus dan yang tidak.
Karena itulah Roh Kudus membawa dua jenis penginsafan (Yohanes 16:8-10) :
(i). Roh Kudus menginsafkan dunia akan dosa ketidakpercayaan (ayat 9).
Banyak ayat di perjanjian baru yang ditulis untuk orang tak percaya. Paulus, Yohanes, Petrus, Yudas dan Yakobus menyampaikan pesan pada orang tak percaya yang tidak menyadari mereka membutuhkan juruselamat
(misalnya di 1Yohanes 1:5-10).
Para rasul juga mengingatkan gereja mengenai orang tak percaya yang ‘menyamar’ sebagai nabi dan pengajar
(misalnya di 2Petrus 2).
Kata-kata peringatan keras yang ditujukan kepada orang tak percaya BUKAN UNTUK DITERAPKAN pada orang- orang yang sudah dilayakkan oleh Kristus.
(ii). Roh Kudus mengingatkan orang percaya akan kebenaran mereka (ayat 10). Kita tak butuh diingatkan mengenai kekurangan kita, tapi kita perlu diingatkan
mengenai posisi kita yang selalu benar di hadapan Allah (2Korintus 5:21).
Sebagian besar kitab Perjanjian Baru ditulis untuk meyakinkan orang percaya bahwa kita adalah milik Allah
dan tak ada apapun yang bisa memisahkan kita dari
cinta Kristus (Roma 8:38-39). Bahkan dosa kita pun tak bisa, karena kasih karunia Allah jauh lebih besar dari
dosa kita (Roma 5:15).
Saat kita gagal Roh Kudus tidak menghakimi atau menuduh kita – tak ada yang namanya penghakiman
bagi kita yang ada dalam Kristus. Sebaliknya Dia mengingatkan kita bahwa kita benar, bahwa kita dijaga
selalu oleh Yesus (Yudas 24), bahwa kita adalah anak Allah (Galatia 4:6) dan bahwa pengharapan kita kuat dan aman (Ibrani 6:19).
Saat kita bersalah Yesus tidak menghukum kita, Dia justru membela kita (1Yohanes 2:1) dan Dia mengajar
kita bagaimana harus berkata ‘Tidak’ pada segala kefasikan (Titus 2:12).
Memilah Firman dengan tepat berarti membaca Firman SESUAI KONTEKS karya salib yang sempurna. Berarti
membaca dan menafsirkan Firman di bawah terang cahaya karya Yesus. Seluruh Alkitab menyingkapkan
Yesus (Lukas 24:27). Bacalah Alkitab untuk menemukan Yesus.
[Paul Ellis : Rightly Dividing the Word : How to Read Your
Bible Without Getting Confused
#YESUSForNgana.
Jumat, 22 Januari 2016
YESUS yang SESUNGGUHNYA.
Senin, 16 November 2015
BERKAT PERJANJIAN BARU
Berkat Top dalam Perjanjian Baru
Allah mengampuni semua dosa-dosa kita (Matius 26:28 , Kisah Para Rasul 13:38). Dosa-dosa kita tidak hanya ditutup oleh darah lembu dan kambing , tapi dibayar lunas dan ditanggung oleh Anak Domba Allah (Yoh 1:29). Di kayu salib, keadilan dipenuhi. Pengampunan-Nya lengkap secara sempurna.
Tuhan tidak mengingat dosa kita lagi (Ibr 8:12, 10:17; Yer 31:34). Berkenaan dengan pembenaran, kita seolah-olah tidak pernah melakukan dosa-dosa itu
.
Allah berjanji untuk tidak marah lagi terhadap kita (Yesaya 54:7-10). Berbeda dengan perjanjian hukum Taurat yang tidak berlaku lagi, perjanjian yang baru merupakan perjanjian cinta dan perdamaian yang kekal (Yes 54:10, 55:3). Allah tidak akan pernah berhenti berbuat baik kepada kita (Yer 32:40).
Allah membuat kita memenuhi syarat (Kol 1:12). Ini bukan lagi perkara mengenai apa yang kita lakukan (di bawah perjanjian hukum Taurat) atau dengan siapa kita memiliki koneksi (di bawah perjanjian Abraham). Ini adalah mengenai siapa yang kepada-Nya kita percaya.
Yesus memegang kita erat-erat dan tidak pernah kita membiarkan pergi (Flp 3:12, Yudas 24). Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Rom 8:39). Akibatnya kita dapat berbicara tentang pengharapan kita sebagai sauh yang “kuat dan aman ” bagi jiwa (Ibr 6:19).
Allah mengakui / memberikan kepada kita kebenaran Yesus yang sempurna (2 Kor 5:21). Kebenaran itu tidak diperoleh melalui usaha, itu diterima (Rom 5:17). Karena pengorbanan Yesus, status kita di hadapan Allah adalah “sempurna selamanya” (Ibr 10:14).
Tuhan memberikan kita Roh Kudus untuk mengajar kita (Yoh 14:26), memberdayakan kita (Kisah Para Rasul 1:8) dan mengingatkan kita akan kebenaran kita (Yoh 16:10). Kita tidak lagi memerlukan imam untuk menjadi mediator bagi kita, karena sekarang kita semua bisa mengenal Tuhan (Yer 31:34). Kita adalah imam-imam kerajaan-Nya (1 Pet 2:9).
Allah di pihak kita (Rom 8:31)! Allah membenarkan kita dan tidak ada lagi penuduhan / penghukuman (Rom 8:1). Ketika kita berdosa, Yesus tidak menghakimi kita, Dia membela kita (1 Yoh 2:1). Kasih karunia-Nya memungkinkan kita untuk mengatasi dosa (Tit 2:12). Dia memasok semua kebutuhan kita secara berlimpah (Flp 4:19) bahwa kita bisa menikmati hidup sepenuhnya (Yoh 10:10). Anugerah Allah tidak diperoleh lewat usaha dan dalam ketidaklayakan.
Allah beserta kita (Ez 37:27)! Karena Yesus, pintu ke ruang tahta selalu terbuka (Ibr 4:16). Kita selalu dapat mendekati-Nya dalam kebebasan dan keyakinan (Ef 3:12).
Allah memberdayakan kita untuk mengatasi musuh (1 Yoh 5:4). Kita memiliki wewenang otoritas-Nya atas setan-setan dan penyakit (Mrk 16:17). Kita hidup di bawah perlindungan ilahi-Nya (Luk 10:19) . Kita ditakdirkan untuk ” hidup dan berkuasa ” (Rom 5:17).
Allah memberikan kepada kita perhentian-Nya (Ibr 4:10-11). Di bawah perjanjian lama semuanya adalah lakukan, lakukan, lakukan. Di bawah perjanjian baru semuanya sudah dilakukan, sudah dilakukan, sudah dilakukan (Yoh 19:30). Kita duduk bersama-sama dengan Kristus di sorga (Ef 2:6).
Tuhan memberikan kita hidup yang kekal (Rom 6:23).
Apa
yang harus kita lakukan untuk mewarisi janji-janji ini? Percayalah
kepada Yesus. Pertaruhkan hidup Anda kepada-Nya. Ambillah mahkota dari
kepala Anda dan letakkanlah itu di depan kaki-Nya. Pilihlah untuk
mempercayai apa yang Alkitab katakan tentang Dia, bahwa Dia telah mati
bagi dosa-dosa dunia – termasuk Anda – dan telah bangkit dalam
kemenangan dari antara orang mati. Biarkanlah orang lain tahu bahwa Dia
adalah Penebus dan Raja Anda. Mintalah Dia untuk memenuhi Anda dengan
Roh-Nya sehingga Anda bisa semakin mengenal Dia.Kamis, 12 November 2015
KEKUDUSAN SEJATI
Orang percaya menginginkan hidup yang berbuah dan saleh, jadi mengapa kita gagal? Apa solusinya?
Benar-benar Dikuduskan
Yesus telah benar-benar dan sungguh-sungguh menjadi kekudusan kita.
Mati terhadap Dosa
Jika kita mencoba untuk menjadi kudus melalui tenaga dan kekuatan kita, itu hanya akan membawa kita ke dalam maut.
Saat Anda digoda untuk berbuat dosa, jadilah tenang dan akuilah bahwa Yesus Kristus adalah kebenaran Anda.
Kemenangan tidak didapatkan dengan berkata “TIDAK” kepada dosa, tetapi dengan berkata “YA” kepada Yesus.
Metode-metode “buatan manusia”
Bagian Kita
Kekudusan tidak berdasarkan pada usaha kita, tetapi merupakan karya Allah di dalam kita.
Jadi semuanya tergantung pada Yesus. Dialah kebenaran, penebusan, kekudusan dan hikmat kita.
Berikanlah Kemuliaan kepada-Nya
Kuncinya adalah berkata “YA” pada keadilan, kesetiaan, kasih dan damai.
Siapa yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung? Siapa yang berkuasa membawa kamu dengan tidak bernoda? –“Allah yang esa, Juruselamat kita.”
KRISTUS adalah KEHIDUPAN
Kristus Sebagai Kehidupan
Yesus Kristus ADALAH Kehidupan dari orang percaya. Ini adalah suatu realita mulia dan yang saya sebut sebagai Perjalanan Kasih Karunia. Berikut ini adalah sebuah usaha untuk secara singkat merangkum arti dari hal tersebut.

Ini merupakan bahasa yang cukup biasa dalam gereja modern, tetapi konsep “menjalani hidup kita untuk Allah” sebenarnya merupakan hal yang cukup asing untuk Perjanjian Baru.
Telah Mati Bersama Kristus
Konsep “menjalani hidup kita untuk Allah” sebenarnya merupakan hal yang cukup asing untuk Perjanjian Baru.
Salib juga adalah bagaimana kita telah mati BERSAMA Kristus, sehingga kita dapat berjalan dalam kebaruan dari kehidupan kebangkitan-Nya.
Kita dapat menghabiskan bertahun-tahun hidup kita BAGI Allah, bukannya menjadi bejana-bejana dari Hidup-Nya
“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Gal 2:20) Ini bukanlah suatu PERJUANGAN untuk mengubah sifat alami yang lama; ini adalah suatu penyaliban sifat alami yang lama itu:
”Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya” (Rom 6:6) dan suatu pengisian bejana duniawi kita dengan sesuatu (Seseorang) yang sepenuhnya baru: “… supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Ef 3:19)
Gal 4:19: ”Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” Inilah mengapa kita disebut sebagai “ciptaan baru,” dan diperintahkan untuk mengenakan “manusia baru.”
2 Kor 5:17: ”Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” . Ef 4:22: ”… menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan…dan mengenakan manusia baru…”
2 Kor 4:11: ”Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.”
Ini bukanlah daging menjadi roh (hal itu mustahil!).
Yoh 6:63: ”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.”
Rom 7:18: ”Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik…”
Injil bukanlah mengenai suatu IMITASI (peniruan) pekerjaan-pekerjaan Kristus; melainkan merupakan IMPARTASI kehidupan Kristus
Kristus Melalui Kita
Yoh 15:5: ”Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
1 Kor 6:17: ”Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Gal 5:25: ”Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”
Yes 64:6: ”dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.” Melainkan, kita dibawa ke dalam partisipasi/kesatuan dengan hidup Kristus sehingga Allah menghasilkan buah melalui kita ~ sama seperti ranting yang hanya merupakan saluran kehidupan bagi getah pokok anggur. Getah tersebut yang memberikan kehidupan baik pada ranting dan juga menghasilkan buah pada carang-carangnya.
Yoh 15:4: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”
Tentu
saja, kita tidak menjadi Yesus. Sebuah ranting tidak menjadi pokok
anggur! Tetapi ranting itu dicangkokkan ke dalam partisipasi yang penuh
sukacita dengan kehidupan dari pokok anggur, sehingga SANG KEHIDUPAN ITU
dapat memiliki ekspresi di dalam dan melalui banyak ranting.Kol 2:23: ”Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.”
DAN ITULAH RINGKASAN DARI PERJALANAN KASIH KARUNIA!
Kamis, 05 November 2015
Saved By Grace..What Next?
Telah Diselamatkan oleh Kasih Karunia, Tapi Selanjutnya Apa?
Roh Kudus ingin menyentuh dunia luar dari dalam diri kita. Itulah artinya “mengerjakan keluar” keselamatan kita.



