Minggu, 10 April 2016

Belajar Stand Up Comedy

INTRODUCTION
Stand Up Comedy adalah salah satu genre komedi yang ada di dunia, tapi salah satu yang terunik serta memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Hal ini disebabkan karena stand up comedy adalah komedy yang sangat mengandalkan kemampuan membuat materi komedy.

Seorang Stand Up Comedy-an disebut Comic atau Komik atau Komika.

BEBERAPA TEKNIK DASAR STAND UP COMEDY 

Set up dan Punchline

Pada dasarnya, Stand Up Comedy (bahkan saya kira semua pertunjukan seni) memiliki pola dasar atau hukum dasar dalam membuat materi, yaitu SET UP dan PUNCHLINE.

Set up adalah asumsi yang dibangun sehingga penonton masuk dalam pandangan yang sama dengan komik. Sederhanannya, Set up sering disebut sebagai bagian yang TIDAK LUCUnya.
Punchline adalah pembelokan asumsi. Jadi sesuatu yang mematahkan asumsi yang telah dibangun. Sederhananya, Puncline sering disebut sebagai bagian LUCUnya.
Punchline adalah bagian yang mengejutkan audiens. 
Kejutanlah yang membuat audiens tertawa.

Contoh :
Set Up  : Perkenalkan nama saya nono..biasanya dipanggil
Punchline : Nono.

Asumsi yang dibangun yaitu saya punya nama yaitu Nono. Biasanya saya dipanggil---harusnya ada nama lainnya selain Nono--tapi ternyata sama aja. Itulah patahannya. 

One Liner
One liner adalah bit singkat yang hanya terdiri dari satu sampai tiga kalimat. One liner merupakan teknik paling simpel di dalam stand up comedy, tetapi selain simpel ini juga memerlukan pemikiran yang lebih keras daripada teknik lainnya.   
Contoh : 
Gue punya temen dia playboy, tapi selama pacaran dia belum pernah cium kening dirinya sendiri

Rule Of Three
Rule of three adalah teknik penggunaan tiga kalimat, dua kalimat awal digunakan sebagai set up, satu kalimat terakhir digunakan sebagai punch line. 
Contoh :
Ada piring dateng gue cuci, habis cuci gue elap, habis elap terbitlah terang

Riffing
Riffing adalah menggunakan segala sesuatu yang bisa diamati saat show. Biasanya menjadikan penonton sebagai objek joke.
Contoh : (Panji melihat penonton menggunakan kaos MU bernama Rooney)
Mas..fansnya MU yah, kaosnya Rooney tapi mukanya Roenyam

Act Out
Act out adalah menunjukkan dengan gerakan. Act out sering digunakan dalam standup comedy karena mudah dan keberhasilan tinggi. Biasanya Act out sebagai punchlinenya. 
Contoh :
Anak STM hebat bisa bikin motor, tapi ngga bisa jalan, soalnya girnya dipake buat tawuran
(sambil meragakan muter gir motor)

Call back
Call back adalah teknik yang menggunakan punch line dari set up yang sudah disampaikan dulu, untuk set up lain beberapa bit berikutnya. Biasanya punch line yang digunakan sebagai call back adalah punch line yang paling lucu. Dan call back sering digunakan untuk penutup. Tapi call back juga tidak harus ditaruh diakhir.  
punch line1 - punch line2 - punch line3 - punch line4 - punch line1

Observation
Observation adalah menyampaikan materi dengan cara menunjukkan betapa gilanya kehidupan sehari-hari kita atau keanehan orang-orang dikehidupan kita sehari-hari.
Contoh :
Gue suka bingung sama orang yang telfon-telfonan sambil jalan mondar-mandir, dan kalo obrolannya makin panjang jalannya juga makin panjang, untung telfon paling lama cuma 2 jam, coba bayangin kalo dia telfon seharian, jadi pas dimatiin dia udah jalan jauh banget “gue dimana yah?”

Comparisons
Comparisons adalah joke dengan membandingkan sesuatu dengan suatu yang lainnya. Punch line terletak pada perbedaan sesuatu yang dibandingkan tersebut. 
Contoh : 
Kalo cewek cantik lewat di depan tongkrongan cowok..pasti di godain.."suiiittttt"..
kalo cewek jelek lewat..di godain juga.."suiiiitttt"
soalnya nggak pake rok.

Impersonation
Impersonation adalah menirukan sosok yang sudah terkenal atau menirukan penampilan komika lain. Tenik ini biasanya mengambil gaya bicara, gerakan, atau kata-kata khas.
 

Ehhm maknyus – Bondan Winarno
Kompor Gas – Indro Warkop 
Walaupun saya Jawa, tapi keluarga saya memegang erat budaya Eropa - Dodit

Roasting
Roasting adalah memanaskan dan mencela orang lain. Biasanya Komika melakukan roasting kepada komika lain, dewan juri, atau tokoh terkenal.
Contoh :
Gue denger Raditya Dika mau stand up lagi, padahal dia sekarang udah pake alphard, udah kaya, kurang duit lo(sambil ngeliatin Radit) kemaruk banget lo kaya Fir’aun

Heckler Handling
Heckler Handling adalah teknik pengubahan heckler (gangguan) menjadi suatu joke yang bertujuan untuk mengundang tawa dan menyuruh diam pengganggu. Pengganggu bisa berasal dari penonton atau komika lain. Contoh :
Pengganggu : Nono lucunya kapan yah ? Komika : Lah Yuli Mati kapan ?

Penting untuk diperhatikan : 
- DONT TRY TO BE FUNNY.
Audiens tertawa bukan karena anda lucu, tapi karena materi anda.
- BE SERIOUS
Komedy adalah sesuatu yang serius.
- Jangan SARA yah. ( Kecuali isu  yang diangkat berhubungan dengan anda. Contohnya Nono dari Sanger, maka mengangkat materi tentang Sanger tidaklah sara. )
- Jangan malu untuk OPEN MIC.
Open Mic adalah sarana bagi komik pemula untuk belajar mendeliverikan materinya. Biasanya percobaan pertama tidak akan langsung membuat GEEERRRR. Tapi itu  normal. Para komeka yang terkenal pun mengalami hal itu, tapi mereka tidak menyerah mencoba berulang kali. 
- Rendah hati. Jangan malu bertanya. Jangan malu mengakui kesalahan penulisan materi.

Selamat Mencoba.
Tuhan Yesus berkati.

Jumat, 08 April 2016

KRISTUS Jaminan Anda.

Keselamatan dalam KRISTUS adalah kepastian. Tinggallah dalam Kristus fan nikmati segala sesuatu yang telah dikerjakanNya bagi anda.
Grace To You.

Minggu, 07 Februari 2016

BAGAIMANA MEMBACA ALKITAB TANPA BINGUNG

Anda pernah jadi bingung karena apa yang tertulis di satu bagian Alkitab bertentangan dengan yang tertulis di
bagian Alkitab yang lain?
Paulus bilang, keseluruhan Kitab Suci adalah tulisan yang diilhamkan Allah yang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:16)
.
Tapi Paulus juga bilang kita harus membacanya dengan “rightly dividing the word of truth” (2 Timotius 2:15). Kita
harus dapat memilah Firman Kebenaran secara tepat.

Bagaimana caranya?

Ada dua pertanyaan yang harus kita tanyakan setiap kali
membaca ayat Alkitab :
(i). Apa yang ayat ini maksudkan di bawah terang karya salib yang sempurna?
(ii). Siapa penulisnya, kepada siapa ditujukan dan mengenai apa?

Salib sebagai ‘Filter’.
Hari ini saat mendengar banyak orang berkhotbah, anda bisa simpulkan salib seolah tak penting, seolah tak
membuat perbedaan apapun.
Padahal, kematian Yesus di salib adalah satu-satunya peristiwa terpenting dalam sejarah manusia.

Sebelum salib, perjanjian yang lama yang berlaku. Tapi setelah salib, yang berlaku adalah perjanjian yang baru yang berdasarkan kasih karunia, membuat perjanjian lama menjadi usang, kuno, kedaluwarsa (Ibrani 8:13).
Di bawah perjanjian lama anda diberkati JIKA anda baik.
Di bawah perjanjian baru anda diberkati KARENA Dia baik.

Lihatlah perbedaan kontras berikut :
Sebelum salib kita diberkati jika kita taat dan dikutuk jika kita tak taat (Ulangan 11:26-28).
Sesudah salib kita diberkati karena kita telah diampuni (Roma 4:8) dan kita telah ditebus dari kutuk Taurat (Galatia 3:13).
Sebelum salib kita mengampuni supaya diampuni Allah (Matius 6:14). Tapi di salib kita diampuni tanpa syarat dan sekarang kita mengampuni karena kita SUDAH
diampuni (Efesus 4:32; Kolose 3:13).
Sebelum salib mengasihi sesama berarti tidak mengingini istrinya atau harta miliknya (Ulangan 5:21).
Tapi setelah salib kita mengasihi dan menerima sesama kita karena Kristus TELAH mengasihi dan menerima kita
(1Yohanes 4:19; Roma 15:7).
Sebelum salib Allah itu jauh dan tak terhampiri (Keluaran 19:12). Tapi karena salib kita yang dulu jauh telah dibawa
menjadi dekat kepada Allah untuk menerima rahmat dan menemukan kasih karunia (Efesus 2:13; Ibrani 4:16).
Sebelum salib Allah menuntut kita bertanggungjawab atas dosa kita dan bahkan persembahan tidak mampu
membersihkan hati nurani kita yang jahat/penuh rasa bersalah (Imamat 5:17; Ibrani 9:9). Tapi karena salib, darah Yesus membersihkan kita dari hati nurani yang
jahat (Ibrani 10:22) dan Dia tidak lagi mengingat-ingat dosa kita (Ibrani 8:12).
Sebelum salib Allah berkata, “Jangan ….” (Keluaran 29).
Tapi setelah salib Allah berkata, “Aku akan ….” (Ibrani 8:8-12).
Sebelum salib perintahnya adalah “Lakukan, Lakukan,Lakukan”.
Setelah salib yang ada adalah “Telah, Telah,Telah”.
Sebelum salib kebenaran dituntut dari orang berdosa (Ulangan 6:25). Tapi setelah salib kebenaran diberikan
secara cuma-cuma sebagai anugerah/hadiah (Roma 5:17).
Sebelum salib dosa Adam berarti penghukuman bagi seluruh manusia (Roma 5:18). Tapi sekarang tak ada
penghukuman bagi mereka yang ada dalam Kristus Yesus (Roma 8:1).
Saat membaca Alkitab kita mesti bertanya, apakah ayat yang sedang kita baca menceritakan perjanjian lama
yang menghukum para pendosa, atau menceritakan perjanjian baru kasih karunia yang membuat pendosa
jadi orang benar?

Jika anda orang percaya, anda tak perlu takut penghukuman Taurat. Sebaliknya, bersukacitalah karena
anda adalah kebenaran Allah dalam Kristus Yesus (2Korintus 5:21).

Perhatikan juga siapa ‘audiens’nya…
Saat membaca Alkitab, kita juga perlu perhatikan kepada siapa ayat tersebut ditujukan. Sebab jika tidak, anda akan
‘salah makan obat’.

Ada dua jenis orang di dunia ini : yang menaruh imannya pada Yesus Kristus dan yang tidak.
Karena itulah Roh Kudus membawa dua jenis penginsafan (Yohanes 16:8-10) :
(i). Roh Kudus menginsafkan dunia akan dosa ketidakpercayaan (ayat 9).
Banyak ayat di perjanjian baru yang ditulis untuk orang tak percaya. Paulus, Yohanes, Petrus, Yudas dan Yakobus menyampaikan pesan pada orang tak percaya yang tidak menyadari mereka membutuhkan juruselamat
(misalnya di 1Yohanes 1:5-10).
Para rasul juga mengingatkan gereja mengenai orang tak percaya yang ‘menyamar’ sebagai nabi dan pengajar
(misalnya di 2Petrus 2).
Kata-kata peringatan keras yang ditujukan kepada orang tak percaya BUKAN UNTUK DITERAPKAN pada orang- orang yang sudah dilayakkan oleh Kristus.
(ii). Roh Kudus mengingatkan orang percaya akan kebenaran mereka (ayat 10). Kita tak butuh diingatkan mengenai kekurangan kita, tapi kita perlu diingatkan
mengenai posisi kita yang selalu benar di hadapan Allah (2Korintus 5:21).
Sebagian besar kitab Perjanjian Baru ditulis untuk meyakinkan orang percaya bahwa kita adalah milik Allah
dan tak ada apapun yang bisa memisahkan kita dari
cinta Kristus (Roma 8:38-39). Bahkan dosa kita pun tak bisa, karena kasih karunia Allah jauh lebih besar dari
dosa kita (Roma 5:15).
Saat kita gagal Roh Kudus tidak menghakimi atau menuduh kita – tak ada yang namanya penghakiman
bagi kita yang ada dalam Kristus. Sebaliknya Dia mengingatkan kita bahwa kita benar, bahwa kita dijaga
selalu oleh Yesus (Yudas 24), bahwa kita adalah anak Allah (Galatia 4:6) dan bahwa pengharapan kita kuat dan aman (Ibrani 6:19).
Saat kita bersalah Yesus tidak menghukum kita, Dia justru membela kita (1Yohanes 2:1) dan Dia mengajar
kita bagaimana harus berkata ‘Tidak’ pada segala kefasikan (Titus 2:12).
Memilah Firman dengan tepat berarti membaca Firman SESUAI KONTEKS karya salib yang sempurna. Berarti
membaca dan menafsirkan Firman di bawah terang cahaya karya Yesus. Seluruh Alkitab menyingkapkan
Yesus (Lukas 24:27). Bacalah Alkitab untuk menemukan Yesus.
[Paul Ellis : Rightly Dividing the Word : How to Read Your
Bible Without Getting Confused

#YESUSForNgana.

Jumat, 22 Januari 2016

YESUS yang SESUNGGUHNYA.

Shalom.
Lama tak menyapa anda. Saya percaya anda semakin  diperlengkapi dalam pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tulisan saya kali ini mungkin membuat anda bertanya-tanya. "kenapa dengan Yesus? kenapa Yesus sesungguhnya? Saya percaya Yesus, saya kenal Dia, apa yang saya lewatkan tentang Dia?". Teruslah membaca, saya berdoa anda menemukan sesuatu, dan memerdekakan anda. 

Percaya atau tidak, ada begitu banyak  orang yang percaya Yesus, tetapi salah paham tentang Yesus.
Mungkin anda pernah mendengar yang seperti ini :
"Tuhan Yesus akan marah pada anda, jika anda berbuat dosa"...
"jika anda tidak membayar persepuluhan, Tuhan Yesus tidak akan memberkatimu"...
"Tuhan Yesus membuat anda jatuh miskin agar anda tidak sombong dan belajar rendah hati"...
"Tuhan Yesus mengambil harta anda, agar anda tidak lupa diri"...
"jika anda tidak kudus, anda akan dihukum"...
" Tuhan Yesus memberi anda  sakit, demi pertobatan anda"...
Pernah mendengar yang  seperti itu ???
Jika anda tidak sadar bahwa semua  itu adalah RACUN, maka anda akan sulit mempercayai INJIL.

YESUS yang SESUNGGUHNYA.
Saya tidak akan bertele-tele. Mari ke poinnya.

Lukas 4 : 18-19 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." 

Bagian ayat dalam Lukas 4 di atas, adalah kutipan dari nubuatan nabi Yesaya tentang Mesias.
Yesaya menubuatkan tentang Yesus Kristus. Dan pada suatu saat, Yesus mendapat kesempatan membacakan ayat nubuatan tersebut. 
Untuk memahami  Yesus yang sesungguhnya, teruslah membaca, pastikan anda menyiapkan Alkitab anda, agar anda dapat langsung menguji apa yang saya tulis di sini^^.
Beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang Yesus yang adalah mesias
1. Yesus menyampaikan kabar baik.
 " Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik"
Injil bukanlah tentang apa yang harus anda lakukan bagi Allah. Injil adalah tentang apa yang Allah kerjakan bagi anda dalam Yesus Kristus. Apa yang Allah lakukan ? Menyatakan kabar baik bagi anda. Apa kabar baiknya?
Roma 6 : 23 " Sebab upah dosa ialah maut;  tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal  dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
Kabar baiknya adalah Yesus kehidupan kekal anda.
Yesus tidak memberi anda sakit demi pertobatan anda. 
Yesus tidak memurkai anda saat anda jatuh dalam dosa. Lagi pula, kejatuhan anda dalam dosa hanyalah coretan kecil yang tak sebanding dengan darahNya yang telah tertumpah bagi anda.

2. Yesus memberikan pembebasan.
"Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan"
Yohanes 8 : 32 "dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu"
Jika yang anda kira, "kebenaran" itu adalah Alkitab, maka anda keliru. Alkitab bukan esensinya. Anda perlu menemukan esensi kebenaran itu dalam Alkitab. Sabar, jangan cepat menuduh saya sesat, saya sangat mencintai Alkitab, saya percaya otoritas dan wibawa Alkitab. Tapi percayalah kitab suci hanyalah sebuah benda mati, yang jika anda salah menangkap esensinya, tidak akan menghidupkan anda. Mau bukti ?
Yohanes 5 : 39 "Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,"
Esensi Kitab Suci bukanlah pada kebendaannya. Alkitab berisi Yesus. Roh Kudus akan mengajar anda tentang Yesus dalam setiap lembaran Alkitab anda. 
Yohanes 8 : 36 "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka"
Menemukan sesuatu? Kebenaran memerdekakan...Anak itu memerdekakan..maksudnya?
Kebenaran itu  adlah Pribadi,namaNya Yesus. 
Anda bisa berulang-ulang membaca Alkitab anda dari kejadian sampai wahyu, tapi itu bukan pembebas anda. Hanya ketika Yesus disingkapkan dari setiap lembaran Alkitab maka kebenaran memerdekakan anda. 
Jika Yesus datang untuk membebaskan, mengapa anda percaya bahwa Yesus mengurung anda dalam kelemahan tubuh, kemiskinan, kebododohan, rasa malu dan tertuduh dalam diri anda? Ujilah, jangan sampai anda telah "salah percaya" tentang Yesus.

3. Yesus memberi penglihatan bagi orang buta.
"penglihatan bagi orang-orang buta".
Ini bukan tentang buta jasmani. Mujisat adalah hal kecil bagi Allah. Dia senang melakukannya bagi anda.
Maaf jika ini mengagetkan anda. Jika anda adalah orang yang menilai Yesus seperti beberapa  penilaian di bagian awal tulisan ini, maka anda adalah orang buta.
Lukas 24 ; 15-16 "Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia" 
Bersama Yesus tapi tidak mengenalNya. Inilah yang dimaksud Yesaya dalam nubuatannya tentang Yesus yang akan memberi penglihatan bagi orang buta.
Semua orang kristen percaya Yesus baik, tapi percaya juga bahwa Tuhan Yesus memberi kecelakaan sebagai teguran atas kesalahan atau pelanggaran. Yesus baik, tapi juga memusuhi orang yang jahat. Ayolah, Yesus mati bagi semua  orang, lalu apa alasanNya memusuhi orang jahat??? Bahkan  banyak orang Manado yang berkata "nanti Tuhan yang mo balas pa ngana"..pernah dengar kan?^^ Maaf. Yesus bukan algojo pembalas dendam anda.
Anda menemukan "kebutaan-kebutaan" itu sekarang? Apakah anda memilikinya?
Agama membuat anda buta. Lepaskan agama anda dan hiduplah sebagai orang Kristen. Kristen bukan agama, aturan, ikatan. Kristen adalah hubungan, keintiman, kemerdekaan.

4.  Yesus memberitakan tahun rahmat Tuhan.
"untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Apa itu tahun rahmat? Itu bukanlah suatu penanggalan. Tahun rahmat itu adalah Yesus sendiri. Allah tidak mendatangkan tahun bagi manusia bukan? Tahun rahmat adalah kiasan akan kebaikanNya, kasih karuniaNya, kesetiaanNya dan semua itu adalah pribadiNya, namanya Yesus.
Tahun rahmat adalah tentang kemerdekaan, pembenaran, pembebasan, pengampunan, berkat, sukacita. Halleluyah.

Yesus yang sesungguhnya, bukanlah Yesus yang mengirim penyakit. Bukan Yesus yang memberi anda kecelakaan demi pertobatan. Bukan Yesus yang membuat anda jatuh miskin agar anda bisa belajar rendah hati dan kerja keras. Bukan Yesus yang mengutuki anda karena tidak memberi persepuluhan. Bukan Yesus yang memalingkan wajah saat anda gagal berbuat baik. Bukan Yesus yang mengingat kesalahan anda.
Bagaimana dengan Yesus yang anda percayai? Samakah dengan Yesus yang saya jabarkan? Ujillah.
Yesus bukan sumber berkat. Yesuslah berkat bagi anda.
Yesus bukan sumber kekuatan. Yesuslah kekuatan anda.
Yesus bukan sumber kelimpahan. Yesuslah kelimpahan anda.
Mengertikah anda hal ini ?
Iman membuat anda percaya pada Yesus yang sesungguhnya.
Yesus mencintai anda. Salib adalah bukti keromatisan cintaNya.
Betapa hancurnya hati, ketika seruan "ampuni mereka" keluar dari mulut Yesus sebagai  juru syafaat kita. Halleluyah.

Jika anda masih belum percaya bahwa Yesus tidak memurkai anda. Saya ajak anda ke bagian yang dikutip Yesus.
Yesaya 61 : 1-2 "Roh  Tuhan ALLAH ada padaku , oleh karena TUHAN telah mengurapi  aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan  Allah kita,---,"

bandingkan...

Lukas 4 : 18-19 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." 

Menemukan sesuatu? 
Yesus tidak membaca bagian yang saya tebalkan dan garis bawahi  di atas. Apa yang dilakukan Yesus setelah membaca kalimat "Tahun rahmat Tuhan telah datang" ?
Perhatikan ini :
Lukas 4:20 "Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk"

Yesus menyudahi pembacaannya dengan berkat. Yesus tidak membaca tentang pembalasan. Tapi gereja hari ini terlalu sering membahasnya dan membuat perasaan tertuduh bagi jemaat.
Anda menemukan sesuatu?
Jika Yesus yang anda percaya, adalah Yesus yang memberkati anda berdasarkan perbuatan anda, itu bukan Yesus Kristus. Jika Yesus yang anda percayai adalah Yesus yang mencintai anda ketika anda taat, itu bukan Yesus Kristus.

Yesus sesungguhnya adalah INJIL itu sendiri. Tidak kurang dan tidak lebih. 
Anda dicintaiNya
Anda milikNya
Anda kesukaanNya
Anda seberharga diriNya
Anda objek kasihNya
Anda tujuan berkatNya dicurahkan
Anda, ya, Anda.

Enjoy Christ.
#Merdeka
#Bebas
#Melihat
Yesus for Ngana.
Halleluyah.

Senin, 16 November 2015

BERKAT PERJANJIAN BARU

Berkat Top dalam Perjanjian Baru

10_blessed-in-christ
Di dalam Kristus kita dapat mengambil bagian dalam semua berkat yang Allah telah janjikan kepada Abraham (Gal 3:14,29). Kita juga memperoleh semua berkat yang dijanjikan di bawah perjanjian hukum Taurat dan tidak ada kutukan (Gal 3:13). Sangat menakjubkan ketika Anda berpikir tentang berkat-berkat Allah yang ditawarkan dalam Perjanjian Lama :
Untuk Abraham dan keturunannya Tuhan menjanjikan kebesaran, kesuburan, upah yang besar, saluran berkat bagi dunia, dan masih banyak lagi (lihat Kej 12:2-3, 15:1, 17:4-8, 22:18).
Bagi mereka yang menaati hukum Allah menjanjikan umur panjang, kesuburan, kemakmuran berlimpah, perlindungan, dan lebih banyak lagi (Ul. 5:33, 28:3-13).
Selain janji-janji indah , setidaknya ada 12 berkat mengagumkan Tuhan janjikan kepada umat-Nya yang secara eksklusif berada di bawah perjanjian baru kasih karunia-Nya. Inilah berkat-berkat itu tanpa urutan tertentu :
Allah mengampuni semua dosa-dosa kita (Matius 26:28 , Kisah Para Rasul 13:38). Dosa-dosa kita tidak hanya ditutup oleh darah lembu dan kambing , tapi dibayar lunas dan ditanggung oleh Anak Domba Allah (Yoh 1:29). Di kayu salib, keadilan dipenuhi. Pengampunan-Nya lengkap secara sempurna. 


Tuhan tidak mengingat dosa kita lagi (Ibr 8:12, 10:17; Yer 31:34). Berkenaan dengan pembenaran, kita seolah-olah tidak pernah melakukan dosa-dosa itu
.
Allah berjanji untuk tidak marah lagi terhadap kita (Yesaya 54:7-10). Berbeda dengan perjanjian hukum Taurat yang tidak berlaku lagi, perjanjian yang baru merupakan perjanjian cinta dan perdamaian yang kekal (Yes 54:10, 55:3). Allah tidak akan pernah berhenti berbuat baik kepada kita (Yer 32:40).
 
Allah membuat kita memenuhi syarat (Kol 1:12). Ini bukan lagi perkara mengenai apa yang kita lakukan (di bawah perjanjian hukum Taurat) atau dengan siapa kita memiliki koneksi (di bawah perjanjian Abraham). Ini adalah mengenai siapa yang kepada-Nya kita percaya.
 
Yesus memegang kita erat-erat dan tidak pernah kita membiarkan pergi (Flp 3:12, Yudas 24). Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Rom 8:39). Akibatnya kita dapat berbicara tentang pengharapan kita sebagai sauh yang “kuat dan aman ” bagi jiwa (Ibr 6:19).
 
Allah mengakui / memberikan kepada kita kebenaran Yesus yang sempurna (2 Kor 5:21). Kebenaran itu tidak diperoleh melalui usaha, itu diterima (Rom 5:17). Karena pengorbanan Yesus, status kita di hadapan Allah adalah “sempurna selamanya” (Ibr 10:14).
 
Tuhan memberikan kita Roh Kudus untuk mengajar kita (Yoh 14:26), memberdayakan kita (Kisah Para Rasul 1:8) dan mengingatkan kita akan kebenaran kita (Yoh 16:10). Kita tidak lagi memerlukan imam untuk menjadi mediator bagi kita, karena sekarang kita semua bisa mengenal Tuhan (Yer 31:34). Kita adalah imam-imam kerajaan-Nya (1 Pet 2:9).
 
Allah di pihak kita (Rom 8:31)! Allah membenarkan kita dan tidak ada lagi penuduhan / penghukuman (Rom 8:1). Ketika kita berdosa, Yesus tidak menghakimi kita, Dia membela kita (1 Yoh 2:1). Kasih karunia-Nya memungkinkan kita untuk mengatasi dosa (Tit 2:12). Dia memasok semua kebutuhan kita secara berlimpah (Flp 4:19) bahwa kita bisa menikmati hidup sepenuhnya (Yoh 10:10). Anugerah Allah tidak diperoleh lewat usaha dan dalam ketidaklayakan.
 
Allah beserta kita (Ez 37:27)! Karena Yesus, pintu ke ruang tahta selalu terbuka (Ibr 4:16). Kita selalu dapat mendekati-Nya dalam kebebasan dan keyakinan (Ef 3:12).
 
Allah memberdayakan kita untuk mengatasi musuh (1 Yoh 5:4). Kita memiliki wewenang otoritas-Nya atas setan-setan dan penyakit (Mrk 16:17). Kita hidup di bawah perlindungan ilahi-Nya (Luk 10:19) . Kita ditakdirkan untuk ” hidup dan berkuasa ” (Rom 5:17).
 
Allah memberikan kepada kita perhentian-Nya (Ibr 4:10-11). Di bawah perjanjian lama semuanya adalah lakukan, lakukan, lakukan. Di bawah perjanjian baru semuanya sudah dilakukan, sudah dilakukan, sudah dilakukan (Yoh 19:30). Kita duduk bersama-sama dengan Kristus di sorga (Ef 2:6).
 
Tuhan memberikan kita hidup yang kekal (Rom 6:23).

 
Marriage Supper of the Lamb1Apa yang harus kita lakukan untuk mewarisi janji-janji ini? Percayalah kepada Yesus. Pertaruhkan hidup Anda kepada-Nya. Ambillah mahkota dari kepala Anda dan letakkanlah itu di depan kaki-Nya. Pilihlah untuk mempercayai apa yang Alkitab katakan tentang Dia, bahwa Dia telah mati bagi dosa-dosa dunia – termasuk Anda – dan telah bangkit dalam kemenangan dari antara orang mati. Biarkanlah orang lain tahu bahwa Dia adalah Penebus dan Raja Anda. Mintalah Dia untuk memenuhi Anda dengan Roh-Nya sehingga Anda bisa semakin mengenal Dia.
Jika Anda belum melakukan semua itu sebelumnya, bagaimana kalau Anda melakukannya sekarang?

Catatan :
Tulisan ini adalah terjemahan dari salah satu artikel yang ditulis oleh Paul Ellis di websitenya.

Kamis, 12 November 2015

KEKUDUSAN SEJATI

Orang percaya menginginkan hidup yang berbuah dan saleh, jadi mengapa kita gagal? Apa solusinya?

Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan” (1 Kor 1:30-31)
heartfirerealistic 
Pengajaran bahwa kita adalah orang benar melalui Yesus Kristus tanpa usaha kita sendiri sering kali menimbulkan pertanyaan, “Bagaimana mungkin kita menjadi orang benar tanpa lebih dulu melakukan perbuatan yang benar?” Mari kita balik pertanyaannya, “Bagaimana bisa Yesus telah dijadikan dosa tanpa pernah melakukan perbuatan dosa?” Bukankah Alkitab mengatakan pada kita saat Yesus disalib, Dia dijadikan dosa. Bagaimana hal ini mungkin? Jawabannya adalah: itu merupakan karya Allah. Allah mengambil semua dosa dunia dan meletakkannya pada Yesus. Kita dijadikan orang benar dengan cara yang sama – itu merupakan karya Allah. Kita menjadi ciptaan baru di dalam Kristus tanpa melalui perbuatan kita sendiri.

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa kami menghindari pertanyaan tentang dosa, tetapi itu bukan kasusnya. Sebaliknya, kami mengajarkan bagaimana datangnya kekudusan yang sejati itu.

Benar-benar Dikuduskan

Bagaimana kita mendapatkan kemenangan atas dosa? Bagaimana kita dikuduskan? Mari saya tunjukkan dari Firman Allah satu-satunya kuasa yang membebaskan kita dari dosa dan menguduskan kita – kasih karunia Allah. Beberapa pengkhotbah suka menggunakan dua ungkapan yang tidak disebutkan oleh Paulus: secara posisi dan secara pengalaman. Para pengajar itu mengatakan bahwa secara posisi kita dikuduskan di dalam Yesus; Dia telah menjadi hikmat, kebenaran, kekudusan dan penebusan kita. Tetapi pada saat yang sama mereka katakan bahwa secara pengalaman kita tidak dikuduskan.
Ingat, Paulus menuliskan hal ini kepada jemaat di Korintus dan kita tahu bahwa ada banyak dosa dan permasalahan di Korintus. Meskipun demikian, jemaat Korintus diberi tahu, sebagai suatu fakta yang lengkap, bahwa Yesus Kristus telah menjadi hikmat, kebenaran, kekudusan dan penebusan mereka. Dia tidak menggunakan kata-kata secara posisi dan secara pengalaman. Dia berbicara tentang Yesus, kekudusan kita, sebagai sebuah realita. Yesus telah benar-benar dan sungguh-sungguh menjadi kekudusan kita. Jika kekudusan datang melalui kasih karunia, tidak ada seorang pun yang bisa bermegah atas dirinya sendiri, tetapi barangsiapa yang bermegah, ”hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” Jika kita mengatakan bahwa kita dikuduskan hanya secara posisi saja, itu menjadi tidak memiliki arti – karena kita hidup dalam dunia pengalaman. Saya tidak tertarik kepada Yesus yang hanya sekedar ada dalam posisi teologia tetapi pada Yesus Kristus yang sekarang ada di dalam saya, dalam realita, itulah yang berarti.
Yesus telah benar-benar dan sungguh-sungguh menjadi kekudusan kita.

Mati terhadap Dosa

Kita membaca, ”Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (Rom 6:11). Perhatikan Paulus berkata “hendaknya kamu memandangnya (memperhitungkannya).” Ini bukanlah sekedar sudut pandang teologia, tetapi sesuatu yang lebih nyata. Kata memperhitungkan sesuatu di sini (reckon) berarti benar-benar berpegang atau bergantung padanya. Dengan kata lain, benar-benar bergantung pada fakta bahwa Anda telah mati bagi dosa. Paulus melanjutkan, “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup” (Rom 8:13). Jika kita mencoba untuk menjadi kudus melalui tenaga dan kekuatan kita, itu hanya akan membawa kita ke dalam maut. Tetapi jika kita mempraktekkan Perjanjian Baru, perjanjian oleh Roh, itu akan menghasilkan kehidupan. Huruf membunuh tetapi Roh memberi hidup. Kita hanya dapat menghidupi hidup yang baru di dalam Kristus jika kita mempersilahkan Roh Kudus untuk menjadi Penolong kita.
Jika kita mencoba untuk menjadi kudus melalui tenaga dan kekuatan kita, itu hanya akan membawa kita ke dalam maut.
Saat Anda menghadapi situasi yang membingungkan, jadilah tenang dan akuilah bahwa Yesus Kristus adalah hikmat Anda. Hal itu tidak membutuhkan waktu yang lama. Anda tidak perlu berdoa selama satu jam untuk “mendapatkan terobosan” atau untuk mendapatkan “pengurapan hikmat.”
Yesus Kristus adalah hikmat Anda pada saat itu juga. Anda akan kagum akan bagaimana hikmat-Nya menjadi nyata di dalam Anda. Anda akan menemukan bahwa dengan merujuk kepada-Nya, jawaban akan datang dengan sangat cepat, bahkan di dalam situasi yang sangat sulit sekalipun.
Saat Anda digoda untuk berbuat dosa, jadilah tenang dan akuilah bahwa Yesus Kristus adalah kebenaran Anda. Anda tidak perlu melawan. Saat Anda mengambil waktu sejenak untuk mengakui bahwa Dia adalah kebenaran Anda, Anda akan memperhatikan bagaimana hidup-Nya dinyatakan di dalam Anda.
Kemenangan tidak didapatkan dengan berkata “TIDAK” kepada dosa, tetapi dengan berkata “YA” kepada Yesus. Semakin kita berkata “tidak” kepada dosa, kita akan semakin sadar akan dosa. Semakin kita berkata “ya” kepada Yesus, kita semakin sadar akan Yesus, dan itulah saat dimana dosa kehilangan cengkramannya.
Saat Anda digoda untuk berbuat dosa, jadilah tenang dan akuilah bahwa Yesus Kristus adalah kebenaran Anda.
Kekudusan kita berada dalam Yesus Kristus dan pada apa yang telah Dia lakukan. Kekudusan itu tidak tergantung pada Anda – kekudusan itu tergantung pada Dia. Pandanglah karya yang telah diselesaikan-Nya.
Jika anda memiliki kepercayaan diri yang rendah dan merasa tidak berharga, jadilah tenang dan akuilah bahwa Yesus adalah penebusan Anda. Anda akan mengalami bagaimana hidup-Nya, kekuatan dan sukacitanya dinyatakan di dalam Anda.
Kemenangan tidak didapatkan dengan berkata “TIDAK” kepada dosa, tetapi dengan berkata “YA” kepada Yesus.

Metode-metode “buatan manusia”

Ada metode “buatan manusia” mengenai kekudusan, bahkan di dalam dunia karismatik. Salah satu pendeta berkata, “Kalau Anda memiliki kebiasaan dosa, Anda memiliki roh jahat dalam kehidupan Anda.” Ini bukan yang diajarkan oleh Perjanjian Baru. Kita bisa membaca tentang seseorang yang melakukan apa yang tidak ingin dia lakukan (Roma pasal 7), tetapi dalam pasal itu tidak satupun disebutkan tentang roh jahat. Akan tetapi orang tersebut sedang menggambarkan seseorang yang mencoba menggenapi perintah Allah dengan kekuatannya sendiri. Semakin dia berusaha untuk mentaati hukum Taurat dengan kekuatannya sendiri, yang terjadi malah semakin buruk. Satu-satunya solusi untuk manusia “celaka” tersebut adalah kasih karunia Allah yang melimpah. Semakin kita melihat Yesus Kristus dinyatakan di dalam kita, kemenangan itu semakin dinyatakan dalam hidup kita.
Persenjataan rohani dalam Efesus pasal 6 berhubungan dengan kasih karunia Allah. Ketopong berbicara tentang keselamatan – kita diselamatkan oleh kasih karunia. Baju zirah menunjuk pada keadilan – Yesus adalah keadilan kita. Ikat pinggang adalah kebenaran – Yesus berkata, “Akulah kebenaran.” Pedang berbicara tentang Roh – kita hidup di dalam perjanjian menurut Roh bukan menurut huruf. Kasut melambangkan Injil damai sejahtera – damai sejahtera yang telah dibeli oleh darah Yesus bagi kita.
Saya pernah melihat sebuah buku berjudul Christian – Set Yourself Free (Orang Kristen – Bebaskanlah Dirimu Sendiri). Pernahkah Anda mendengar sesuatu yang begitu konyol? Inikah perjanjian kita? Haruskah kita membebaskan diri kita sendiri? Banyak orang akan mencobanya, tetapi saat mereka mencoba untuk membuat diri mereka kudus dan merdeka, mereka tidak pernah benar-benar menjadi merdeka. Mereka akan merasakan kebebasan dalam satu periode waktu yang singkat, dan kemudian mereka akan mulai mencari kebebasan itu lagi.
Penggunaan frase “KATAKAN SAJA TIDAK” sangat terkenal. Pengajaran ini menekankan pada kekuatan kehendak kita sendiri untuk menjadikan diri kita kudus. Saat kehendak kita bertarung dengan dosa, kekuatan kehendak kita akan selalu kalah. Jika kekuatan kehendak kita sendiri bisa menghasilkan kekudusan, kematian dan kebangkitan Yesus itu sia-sia.

Bagian Kita

Banyak yang akan bertanya, “Apa yang harus kita lakukan? Pastinya kita harus melakukan sesuatu!” Ya, sangat penting bagi kita untuk mengerti bagian kita. Kita percaya dan menerima saja apa yang telah disiapkan Yesus bagi kita dan mengijinkan Dia untuk bekerja di dalam kita. Hal ini sangat radikal, karena itu saya akan memberikan beberapa ayat Alkitab untuk menguatkannya.
“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya” (1 Tes 5:23-24).
Siapa yang menguduskan kamu sepenuhnya? – “Allah damai sejahtera.”
Siapa yang setia? – “Ia yang memanggil kamu.”
Kekudusan tidak berdasarkan pada usaha kita, tetapi merupakan karya Allah di dalam kita.
”Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.” (Ibr 13:20-21)
Siapa yang memperlengkapi kita dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya? – “Allah damai sejahtera.”
Siapa yang membuat kita mengerjakan apa yang berkenan di hadapan Allah? – “Gembala Agung.”
Kekudusan tidak berdasarkan pada usaha kita, tetapi merupakan karya Allah di dalam kita.
Bagaimana Dia menguduskan kita? – “Oleh darah perjanjian yang kekal.”
Apa yang harus kita lakukan? – Memberikan “kemuliaan sampai selama-lamanya” kepada-Nya.
Jadi semuanya tergantung pada Yesus. Dialah kebenaran, penebusan, kekudusan dan hikmat kita.
flame-heart-cross-on-fire_110719
Jadi semuanya tergantung pada Yesus. Dialah kebenaran, penebusan, kekudusan dan hikmat kita.
Apa yang dilakukan Allah dalam Perjanjian Lama terkadang menakutkan. Apakah Anda ingat saat Allah bergemuruh di gunung Sinai? Mereka semua panik, termasuk Musa. Sinai merupakan demonstrasi dari kekudusan Allah dan hal itu membuat takut manusia. Kekudusan dan pengudusan yang dinyatakan melalui Yesus tidak menakutkan – melainkan menarik.
Saat Musa turun dari gunung Sinai, orang-orang lari karena ketakutan. Saat Yesus turun dari gunung transfigurasi, kita bisa membaca: Begitu orang-orang itu melihat Yesus, mereka tercengang, lalu berlari-lari menyambut Dia” (Mark 9:15 BIS)

Kemuliaan Perjanjian Lama menakutkan, tetapi kemuliaan Perjanjian Baru menarik.
Jangan kecil hati bila seseorang tidak berubah dalam semalam. Allah tidak mengirimkan Yesus untuk mengubah perilaku manusia, tetapi untuk memberikan hati yang baru bagi kita. Begitu hati berubah, perilaku juga akan berubah.
Paulus menulis, ”Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik” (2 Tes 2:16-17).
Siapa yang menguatkan kita dalam segala pekerjaan baik? – “Tuhan Yesus Kristus sendiri.” Saat kita mencoba untuk menjadi kudus melalui usaha kita sendiri, hal itu akan membawa kepada kegelisahan dan kesukaran. Cara Allah memberikan hasil positif pada kita – “penghiburan abadi dan pengharapan baik” melalui “kasih karunia” Allah.

Berikanlah Kemuliaan kepada-Nya

Bagaimana kita menghindari nafsu dan perilaku tidak saleh? Paulus menulis, “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni” (2Tim 2:22). Banyak orang hanya membaca enam kata pertama.” Jika kita berhenti disana, kita akan gagal. Kuncinya adalah berkata “YA” pada keadilan, kesetiaan, kasih dan damai.
Jika seorang bayi menangis, tidak akan membantu bila kita berkata, “berhenti menangis.” Melainkan, kita mencoba untuk mengalihkan perhatian bayi itu dengan menyanyi, atau menggoncangkan gantungan kunci. Tiba-tiba bayi itu lupa alasan mengapa sebelumnya ia menangis! Cara untuk menang atas dosa bukanlah dengan mencoba mengalahkan dosa dengan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan” (1 Tim 6:11). Kita akan berfokus pada keadilan, ibadah, iman dan kasih Yesus di dalam kita.
Kuncinya adalah berkata “YA” pada keadilan, kesetiaan, kasih dan damai.
”Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.” (2 Tim 4:18)
Siapa yang melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat? – “Tuhan.” Siapa yang menyelamatkan aku? – “Tuhan.”
Tim Tebow 4God 
Apa yang kita lakukan? – “Kita memberikan kepada-Nya kemuliaan selama-lamanya.”
Siapa yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung? Siapa yang berkuasa membawa kamu dengan tidak bernoda? –“Allah yang esa, Juruselamat kita.”
”Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin” (Yudas ay. 24-25).

Apa bagian kita? – “Memberikan kepada-Nya kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya.”
Kekudusan bukanlah apa yang dapat kita lakukan, tetapi apa yang dilakukan Yesus di dalam kita. Tugas kita hanyalah percaya dan mempercayakan diri kita kepada-Nya. Kita dapat hidup dalam kehidupan yang kudus, tetapi bukan dengan kekuatan kita sendiri. Kekudusan yang sejati adalah kehidupan Yesus di dalam kita.
Siapa yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung? Siapa yang berkuasa membawa kamu dengan tidak bernoda? –“Allah yang esa, Juruselamat kita.”
KEHIDUPAN YESUS BERHASIL!
  
Catatan:
Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Peter Youngren
Disadur dari https://christofgrace.wordpress.com.

KRISTUS adalah KEHIDUPAN

Kristus Sebagai Kehidupan

Yesus Kristus ADALAH Kehidupan dari orang percaya. Ini adalah suatu realita mulia dan yang saya sebut sebagai Perjalanan Kasih Karunia. Berikut ini adalah sebuah usaha untuk secara singkat merangkum arti dari hal tersebut.

12_old-vs-new-covenants
Perjanjian Lama Allah – Telah mati bersama Kristus – Telah dikuburkan bersama Kristus – Perjanjian Baru Allah – Roh Kristus

Tentu saja setiap orang Kristen tahu bahwa Injil adalah pengampunan dosa-dosa kita dan penyelamatan jiwa-jiwa kita melalui kasih karunia oleh iman dalam pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Tetapi setelah datang kepada Kristus untuk keselamatan, banyak dari kita disuruh menjalani hidup kita UNTUK Allah dengan sebaik-baiknya.
Ini merupakan bahasa yang cukup biasa dalam gereja modern, tetapi konsep “menjalani hidup kita untuk Allah” sebenarnya merupakan hal yang cukup asing untuk Perjanjian Baru.

Telah Mati Bersama Kristus

Konsep “menjalani hidup kita untuk Allah” sebenarnya merupakan hal yang cukup asing untuk Perjanjian Baru.
Injil Perjanjian Baru sama sekali bukanlah suatu karunia pengampunan yang diikuti oleh suatu rencana perbaikan pribadi. Berbeda dengannya, itu adalah suatu rencana PENGGANTIAN pribadi – kematian dari satu kehidupan dan penggantiannya dengan Yang Lain.
Sebagian besar dari tubuh Kristus memiliki suatu pemahaman tentang darah Yesus yang melepaskan mereka dari dosa-dosa. Tetapi sangat sedikit yang memiliki pemahaman tentang salib Kristus yang juga melepaskan mereka dari diri mereka sendiri – sifat alami Adamik mereka.
Kita terbiasa mendengar tentang salib sebagai tempat dimana Kristus mati bagi pengampunan dosa-dosa. Hal itu indah dan benar! Tetapi lebih daripada itu! Jauh lebih banyak lagi!
Salib juga adalah bagaimana kita telah mati BERSAMA Kristus, sehingga kita dapat berjalan dalam kebaruan dari kehidupan kebangkitan-Nya.
Tanpa pemahaman tentang salib yang memisahkan kita dari kelahiran pertama, yaitu kehidupan daging kita, dan yang membawa kita ke dalam persatuan dengan hidup kebangkitan Yesus, kita dapat menghabiskan bertahun-tahun hidup kita BAGI Allah, bukannya menjadi bejana-bejana dari Hidup-Nya.
Kita dapat menghabiskan bertahun-tahun hidup kita BAGI Allah, bukannya menjadi bejana-bejana dari Hidup-Nya
Paulus berkata:
“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Gal 2:20) Ini bukanlah suatu PERJUANGAN untuk mengubah sifat alami yang lama; ini adalah suatu penyaliban sifat alami yang lama itu:
”Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya” (Rom 6:6) dan suatu pengisian bejana duniawi kita dengan sesuatu (Seseorang) yang sepenuhnya baru: “… supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Ef 3:19)
Gal 4:19: ”Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” Inilah mengapa kita disebut sebagai “ciptaan baru,” dan diperintahkan untuk mengenakan “manusia baru.”
2 Kor 5:17: ”Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” . Ef 4:22: ”… menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan…dan mengenakan manusia baru…”

Injil bukanlah mengenai suatu IMITASI (peniruan) pekerjaan-pekerjaan Kristus; melainkan merupakan IMPARTASI kehidupan Kristus,
 
2 Pet 1:4: ”kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi,” sehingga Hidup-Nya dapat memiliki ekspresi sepenuhnya melalui tubuh-Nya (gereja).
2 Kor 4:11: ”Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.”
Ini bukanlah daging menjadi roh (hal itu mustahil!).
Yoh 6:63: ”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.”
Rom 7:18: ”Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik…”
Injil bukanlah mengenai suatu IMITASI (peniruan) pekerjaan-pekerjaan Kristus; melainkan merupakan IMPARTASI kehidupan Kristus

Kristus Melalui Kita

Tetapi dengan memahami karya yang telah selesai di kayu salib, kita bisa tahu (Rom 6:6) dan menghitungkan (Rom 6:11) kematian sifat alami Adamik kita, dan tinggal dalam (menjalani) Kehidupan Yesus.
Yoh 15:5: ”Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Dan tinggal di dalam Kristus pada intinya sinonim dengan “berjalan di dalam roh;” yakni menjalani suatu kehidupan yang keluar dari kesatuan dengan Yesus Kristus; hidup di dalam (dan mengambil dari) kehidupan Yang Lain.
1 Kor 6:17: ”Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Gal 5:25: ”Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”
Dan juga, Injil Perjanjian Baru sebenarnya sama sekali tidak memusatkan perhatian bahwa kita (daging kita) yang menghasilkan buah dari pekerjaan kita bagi Allah.
Yes 64:6: ”dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.” Melainkan, kita dibawa ke dalam partisipasi/kesatuan dengan hidup Kristus sehingga Allah menghasilkan buah melalui kita ~ sama seperti ranting yang hanya merupakan saluran kehidupan bagi getah pokok anggur. Getah tersebut yang memberikan kehidupan baik pada ranting dan juga menghasilkan buah pada carang-carangnya.
Yoh 15:4: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”
John15_5Tentu saja, kita tidak menjadi Yesus. Sebuah ranting tidak menjadi pokok anggur! Tetapi ranting itu dicangkokkan ke dalam partisipasi yang penuh sukacita dengan kehidupan dari pokok anggur, sehingga SANG KEHIDUPAN ITU dapat memiliki ekspresi di dalam dan melalui banyak ranting.
Kekristenan bukanlah tentang banyak orang yang meniru satu Kehidupan. Cukup kontras! Tetapi itu adalah tentang ekspresi atau manifestasi dari satu Kehidupan tersebut melalui banyak orang.
Selain itu, perhatian utama dari Paulus bukanlah mendisiplinkan daging kita agar kita dapat bertindak semakin seperti Kristus.
Kol 2:23: ”Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.”
Akan tetapi, seperti ibu yang sedang bersalin dia bekerja dalam doa sampai kehidupan Kristus sendiri terbentuk di dalam tubuh. Gal 4:19: ”Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.”
Tujuan dari setiap orang adalah menyatakan ekspresi dari kehidupan yang tinggal di dalamnya. Allah menyebut kita sebagai “tubuh Kristus,” dan karena itu tujuan abadi kita adalah menjadi suatu ekspresi dari kehidupan-Nya.
Pemahaman Kristus sebagai KEHIDUPAN orang percaya adalah kabar baik bahwa salib telah menghasilkan suatu pertukaran hidup, dimana kita dapat mengambil bagian, dan sekaligus memanifestasikan, kehidupan Yesus Kristus yang mulia,
DAN ITULAH RINGKASAN DARI PERJALANAN KASIH KARUNIA!

Catatan:
Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Steve McVey.

Kamis, 05 November 2015

Saved By Grace..What Next?

Telah Diselamatkan oleh Kasih Karunia, Tapi Selanjutnya Apa?

Ketika kita berbicara tentang kasih karunia, kebanyakan orang akan mengatakan mereka tahu kasih karunia dan bahwa mereka telah diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman:
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef 2:8-9)

Namun mayoritas kemudian akan menambahkan bahwa ayat-ayat ini hanya mengacu pada titik terjadinya keselamatan. Dari titik ini kita perlu beralih ke aspek yang lebih penting dari kehidupan Kristen seperti pengudusan, menjalani gaya hidup “kudus” dan menjadi semakin efektif bagi Tuhan. Mereka yang mengatakan kita harus “mengerjakan” keselamatan kita sendiri, benar-benar keliru mengutip Filipi 2:12. Ayat ini tidak mengatakan kita harus “bekerja untuk” (Ingg: “work for”) keselamatan kita. “Mengerjakan keluar” (Ingg: “work out”) keselamatan kita berarti “memahami” (yaitu “mempekerjakan”) betapa indah, lengkap dan ajaibnya keselamatan kita. Ini juga berarti mulai mengizinkan apa yang ada di dalam diri kita mengalir ke luar. Mempekerjakan keselamatan keluar dari hidupRoh Kudus ingin menyentuh dunia luar dari dalam diri kita. Itulah artinya “mengerjakan keluar” keselamatan kita.

Gereja-gereja dari Galatia memulai dengan baik. Mereka awalnya tahu mereka telah diselamatkan oleh kasih karunia, tapi kemudian mereka mulai mengandalkan upaya-upaya mereka sendiri untuk “menjaga” diri mereka tetap diselamatkan. Mari kita lihat apa yang Paulus tulis kepada mereka:
Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona (NKJV: menyihir) kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam (NKJV: disempurnakan oleh) daging? (Gal 3:1-3, penjelasan penerjemahan ditambahkan)

Ketika Paulus berbicara tentang kasih karunia kepada jemaat di Galatia, ia tidak sedang berbicara tentang dilahirkan kembali kepada orang-orang yang belum percaya, ia sedang berbicara kepada orang-orang percaya, orang-orang yang sudah dilahirkan kembali. Dia mengatakan bahwa mereka telah memulai dengan baik dalam kasih karunia, tetapi sekarang mereka telah datang di bawah tekanan dari orang-orang yang memberitakan hukum Taurat, yang mengatakan mereka harus taat sempurna untuk dapat menerima berkat Tuhan. Disini dalam Galatia 3 Paulus mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus melanjutkan dalam kasih karunia Allah, sama seperti yang ia katakan kepada jemaat Kolose:
Kamu telah menerima Kristus Yesus [hanya dengan percaya dan tidak dengan berusaha memperolehnya], Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. (Kol 2:6, penjelasan dan penekanan ditambahkan) ≈ Karena itu sebagaimana kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan [hanya dengan percaya dan tidak dengan berusaha memperolehnya], demikianlah kamu berjalan di dalam Dia. (Kol 2:6, terjemahan NKJV, penjelasan dan penekanan ditambahkan)

Sekarang pikirkan sejenak, bagaimana cara kita menerima-Nya? Kita hanya percaya. Karena itu bagaimana seharusnya cara kita terus berjalan di dalam Dia sekarang seperti ketika kita dilahirkan kembali? Dengan hanya percaya. Jika kasih karunia cukup untuk menyelamatkan kita, kasih karunia cukup untuk menjaga kita.
Berkat-berkat Tuhan, kesembuhan dan kemakmuran tidak datang melalui pergumulan, melalui karya-karya kebenaran kita sendiri atau melalui upaya untuk hidup kudus. Itu datang melalui keberadaan dibangun dalam karunia kebenaran, kebenaran yang kita terima pertama-tama sebagai suatu pemberian ketika kita masuk ke dalam Kristus. Kami tidak pernah bisa meninggalkan fondasi kita. Semakin besar kita membangun gedungnya, kita harus semakin memperkuat pondasi, yaitu kasih karunia.

Penyucian?

Dalam gereja modern ada suatu kesalahpahaman berbahaya bahwa awalnya Allah menerima seseorang tanpa syarat atas dasar kasih karunia, tetapi setelah mereka diselamatkan mereka sekarang tiba-tiba harus tampil pada suatu tingkat tertentu agar Allah dapat terus menerima dan memberkati mereka. Alkitab berbicara tentang dua jenis kebenaran: Kebenaran Allah (menerima keselamatan, persetujuan dan berkat-berkat Allah dengan iman) dan kebenaran diri (kembali berdasarkan hukum Taurat dan mencoba untuk menerima semua yang di atas dengan mencoba memperolehnya melalui perbuatan-perbuatan baik). Tapi yang berlaku di kebanyakan gereja saat ini adalah jenis kebenaran yang ketiga, salah satu yang tidak disebutkan tempat manapun di Alkitab: Setelah kita diselamatkan, kita tinggalkan kasih karunia dan kebenaran Allah sebagai suatu pemberian dan mencoba untuk menjadi lebih benar melalui perbuatan-perbuatan baik kita sendiri – ajaran ini sering disamarkan di balik kata lain yang disalahpahami yang disebut “pengudusan”, yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan mencoba untuk mengurangi berbuat dosa.

Satu-satunya cara untuk bebas dari perangkap ini adalah dengan menjadi lebih dibangun dalam kebenaran Allah sebagai suatu pemberian. Setelah kita menyadari bahwa kita tidak pernah dapat menambah kebenaran yang diberikan kepada kita sebagai suatu pemberian dan bahwa upaya terbaik kita adalah seperti kain kotor, kita akan melihat bahwa hanya dengan percaya dalam ketaatan yang sempurna dari Sang Anak Manusia, Yesus Kristus, kita dapat memiliki keyakinan di hadapan Allah.
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; (Yes 64:6a)

Ayat ini mengatakan mengatakan segala keSALEHan-keSALEHan kita seperti kain kotor, bukan segala keTIDAKsalehan-keTIDAKsalehan kita. Jadi bukan berbicara tentang kesalahan-kesalahan kita, tapi tentang perbuatan-perbuatan baik kita. Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan dari motif mencoba untuk mendapatkan cinta Tuhan melalui perbuatan-perbuatan itu dianggap seperti kain kotor. Bahasa Ibrani asli dari kata itu sebenarnya mengacu pada kain haid wanita – itulah sebenarnya betapa buruknya!
Beberapa pengkhotbah memulai dengan baik, memberitakan kasih karunia dan cinta tanpa syarat agar orang yang diselamatkan. Tapi kemudian ketika mereka melihat kehidupan-kehidupan orang-orang berubah karena kasih karunia Allah, mereka mulai melihat ini sebagai buah dari pengajaran mereka sendiri dan mereka mulai menekankan kehidupan kudus untuk membayar kasih karunia.

Ujilah

Bagaimana kita tahu bahwa kita telah dibangun dalam kasih karunia Allah? Jika kita dapat mengatakan segera setelah kita tersandung secara moral bahwa kita adalah kebenaran Allah di dalam Kristus Yesus (2 Korintus 5:21) dan bahwa tidak ada yang kita lakukan pernah dapat mengubahnya! Ingat bahwa kita tidak mengatakan bahwa orang harus menggunakan kasih karunia sebagai suatu alasan untuk berbuat dosa.
Kita perlu kepolosan seorang anak dipulihkan kepada kita, merasa seolah-olah kita tidak pernah berbuat dosa karena Allah telah mengampuni segala dosa kita masa lalu, sekarang dan masa depan:
..dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan (NKJV: perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum) mereka.” (Ibr 10:17, penjelasan penerjemahan ditambahkan)
Ciptaan Baru
Menghidupi Kenyataan Siapa Anda Dalam Kristus – Ciptaan Baru

Ketika kita mencapai posisi dimana dengan berani mendekati tahta kasih karunia dengan hati nurani kita bersih dari setiap tuduhan dari Iblis, kita dapat mengatakan kita telah dibangun dalam karunia kebenaran. Tuhan tidak ingin kita merasa bersalah mengenai dosa apapun, karena mengapa kita harus diingatkan tentang kesalahan kita jika Allah sudah tidak mengingatnya lagi?
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (Ibr 10:19-22)

Catatan: