Kamis, 12 November 2015

KRISTUS adalah KEHIDUPAN

Kristus Sebagai Kehidupan

Yesus Kristus ADALAH Kehidupan dari orang percaya. Ini adalah suatu realita mulia dan yang saya sebut sebagai Perjalanan Kasih Karunia. Berikut ini adalah sebuah usaha untuk secara singkat merangkum arti dari hal tersebut.

12_old-vs-new-covenants
Perjanjian Lama Allah – Telah mati bersama Kristus – Telah dikuburkan bersama Kristus – Perjanjian Baru Allah – Roh Kristus

Tentu saja setiap orang Kristen tahu bahwa Injil adalah pengampunan dosa-dosa kita dan penyelamatan jiwa-jiwa kita melalui kasih karunia oleh iman dalam pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Tetapi setelah datang kepada Kristus untuk keselamatan, banyak dari kita disuruh menjalani hidup kita UNTUK Allah dengan sebaik-baiknya.
Ini merupakan bahasa yang cukup biasa dalam gereja modern, tetapi konsep “menjalani hidup kita untuk Allah” sebenarnya merupakan hal yang cukup asing untuk Perjanjian Baru.

Telah Mati Bersama Kristus

Konsep “menjalani hidup kita untuk Allah” sebenarnya merupakan hal yang cukup asing untuk Perjanjian Baru.
Injil Perjanjian Baru sama sekali bukanlah suatu karunia pengampunan yang diikuti oleh suatu rencana perbaikan pribadi. Berbeda dengannya, itu adalah suatu rencana PENGGANTIAN pribadi – kematian dari satu kehidupan dan penggantiannya dengan Yang Lain.
Sebagian besar dari tubuh Kristus memiliki suatu pemahaman tentang darah Yesus yang melepaskan mereka dari dosa-dosa. Tetapi sangat sedikit yang memiliki pemahaman tentang salib Kristus yang juga melepaskan mereka dari diri mereka sendiri – sifat alami Adamik mereka.
Kita terbiasa mendengar tentang salib sebagai tempat dimana Kristus mati bagi pengampunan dosa-dosa. Hal itu indah dan benar! Tetapi lebih daripada itu! Jauh lebih banyak lagi!
Salib juga adalah bagaimana kita telah mati BERSAMA Kristus, sehingga kita dapat berjalan dalam kebaruan dari kehidupan kebangkitan-Nya.
Tanpa pemahaman tentang salib yang memisahkan kita dari kelahiran pertama, yaitu kehidupan daging kita, dan yang membawa kita ke dalam persatuan dengan hidup kebangkitan Yesus, kita dapat menghabiskan bertahun-tahun hidup kita BAGI Allah, bukannya menjadi bejana-bejana dari Hidup-Nya.
Kita dapat menghabiskan bertahun-tahun hidup kita BAGI Allah, bukannya menjadi bejana-bejana dari Hidup-Nya
Paulus berkata:
“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Gal 2:20) Ini bukanlah suatu PERJUANGAN untuk mengubah sifat alami yang lama; ini adalah suatu penyaliban sifat alami yang lama itu:
”Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya” (Rom 6:6) dan suatu pengisian bejana duniawi kita dengan sesuatu (Seseorang) yang sepenuhnya baru: “… supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Ef 3:19)
Gal 4:19: ”Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” Inilah mengapa kita disebut sebagai “ciptaan baru,” dan diperintahkan untuk mengenakan “manusia baru.”
2 Kor 5:17: ”Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” . Ef 4:22: ”… menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan…dan mengenakan manusia baru…”

Injil bukanlah mengenai suatu IMITASI (peniruan) pekerjaan-pekerjaan Kristus; melainkan merupakan IMPARTASI kehidupan Kristus,
 
2 Pet 1:4: ”kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi,” sehingga Hidup-Nya dapat memiliki ekspresi sepenuhnya melalui tubuh-Nya (gereja).
2 Kor 4:11: ”Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.”
Ini bukanlah daging menjadi roh (hal itu mustahil!).
Yoh 6:63: ”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.”
Rom 7:18: ”Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik…”
Injil bukanlah mengenai suatu IMITASI (peniruan) pekerjaan-pekerjaan Kristus; melainkan merupakan IMPARTASI kehidupan Kristus

Kristus Melalui Kita

Tetapi dengan memahami karya yang telah selesai di kayu salib, kita bisa tahu (Rom 6:6) dan menghitungkan (Rom 6:11) kematian sifat alami Adamik kita, dan tinggal dalam (menjalani) Kehidupan Yesus.
Yoh 15:5: ”Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Dan tinggal di dalam Kristus pada intinya sinonim dengan “berjalan di dalam roh;” yakni menjalani suatu kehidupan yang keluar dari kesatuan dengan Yesus Kristus; hidup di dalam (dan mengambil dari) kehidupan Yang Lain.
1 Kor 6:17: ”Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Gal 5:25: ”Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”
Dan juga, Injil Perjanjian Baru sebenarnya sama sekali tidak memusatkan perhatian bahwa kita (daging kita) yang menghasilkan buah dari pekerjaan kita bagi Allah.
Yes 64:6: ”dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.” Melainkan, kita dibawa ke dalam partisipasi/kesatuan dengan hidup Kristus sehingga Allah menghasilkan buah melalui kita ~ sama seperti ranting yang hanya merupakan saluran kehidupan bagi getah pokok anggur. Getah tersebut yang memberikan kehidupan baik pada ranting dan juga menghasilkan buah pada carang-carangnya.
Yoh 15:4: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”
John15_5Tentu saja, kita tidak menjadi Yesus. Sebuah ranting tidak menjadi pokok anggur! Tetapi ranting itu dicangkokkan ke dalam partisipasi yang penuh sukacita dengan kehidupan dari pokok anggur, sehingga SANG KEHIDUPAN ITU dapat memiliki ekspresi di dalam dan melalui banyak ranting.
Kekristenan bukanlah tentang banyak orang yang meniru satu Kehidupan. Cukup kontras! Tetapi itu adalah tentang ekspresi atau manifestasi dari satu Kehidupan tersebut melalui banyak orang.
Selain itu, perhatian utama dari Paulus bukanlah mendisiplinkan daging kita agar kita dapat bertindak semakin seperti Kristus.
Kol 2:23: ”Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.”
Akan tetapi, seperti ibu yang sedang bersalin dia bekerja dalam doa sampai kehidupan Kristus sendiri terbentuk di dalam tubuh. Gal 4:19: ”Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.”
Tujuan dari setiap orang adalah menyatakan ekspresi dari kehidupan yang tinggal di dalamnya. Allah menyebut kita sebagai “tubuh Kristus,” dan karena itu tujuan abadi kita adalah menjadi suatu ekspresi dari kehidupan-Nya.
Pemahaman Kristus sebagai KEHIDUPAN orang percaya adalah kabar baik bahwa salib telah menghasilkan suatu pertukaran hidup, dimana kita dapat mengambil bagian, dan sekaligus memanifestasikan, kehidupan Yesus Kristus yang mulia,
DAN ITULAH RINGKASAN DARI PERJALANAN KASIH KARUNIA!

Catatan:
Tulisan ini adalah terjemahan artikel yang ditulis oleh Steve McVey.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar