Jumat, 16 Oktober 2015

Hidup dalam Kedagingan.

Shalom.

Galatia 3:3 (TB)  Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

Banyak orang menggunakan ayat ini, untuk mengkritisi gaya hidup orang lain yang sering disebut kedagingan. Penilaian didasarkan pada hal- hal praktis seperti karoukean sesudah ibadah, biasanya setelah ibadah disambung dengan acara nyanyi-nyanyi lagu yang bukan rohani.  Dan banyak juga contoh lainnya.
Atau mabuk-mabukan, main kartu sesudah ibadah (biasanya ibadah kedukaan). 

Tapi benarkah ayat diatas berbicara tentang itu?
Apa itu kedagingan yang sesungguhnya?
Agar dipahami dengan baik, mari lihat bagian ini secara utuh.

Galatia 3:1-3 (TB)  Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

Jemaat di Galatia awalnya dibangun di atas dasar injil Yesus Kristus. Yesus yang mati dan bangkit itu lebih dari cukup bagi mereka. Hanya dengan percaya mereka dibenarkan, diurapi. Tapi belakangan, jemaat ini terjerumus dalam paham bahwa percaya itu baik tapi harus ditambah dengan melakukan tuntutan hukum taurat. Seperti sunat, memelihara sabat, tidak ini dan tidak itu,berdasarkan hukum taurat.
Paulus menyebut mereka "Bodoh".

Hidup dalam Kedagingan = Hidup dibawah tuntutan Hukum Taurat, bukan hidup tidak bermoral. Hidup tidak bermoral adalah DAMPAK dari pada hidup dalam tuntutan hukum. Tapi masalah kita hari ini, Gereja hanya memangkas, tidak mencabut akarnya : Tuntutan Hukum Taurat.

Dalam 2 Korintus 3 ada 2 jenis pelayanan, yaitu :
• Pelayanan Kematian
2 Korintus 3:7 (TB) "Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu."

Pelayanan kematian ialah pelayann berdasarkan tuntutan hukum taurat. Hari ini, banyak gereja berteriak "jika kamu tidak beri persepuluhan kamu tidak akan diberkati".."jika kamu tidak mengampuni kamu tidak akan diampuni".."jika kamu baik..kamu dapat yang baik..tapi jika kamu tidak baik..kamu akan dihukum". Orang kristen ditekankan harus rajin mbaca Alkitab, doa puasa, diakonia agar diberkati, dikasihi dan diterima. Semua itu baik tapi dengan pola yang keliru itu mendakwa anda dan mematikan.

Pelayanan yang menekankan tentang "do..do..do".."harus lebih lagi"..harus ini dan harus itu" sehingga menimbulkan tekanan (kuk). Padahal Yesus berkata "It is Finish". Orang terus berupaya hidup dalam tuntutan aturan dan hukum yang sebenarnya membawa mereka pada kegagalan.

• Pelayanan yang menghidupkan.
Apa itu?
Pelayanan Roh (tapi bukan bahasa Roh yah). Pelayanan Roh adalah pelayanan pembenaran, melalui injil Yesus Kristus yaitu suatu perjanjian yang lebih baik ; Perjanjian Baru.
2 Korintus 3:6 (TB)  Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan."

Hari ini, jika kita mau jujur, kita tidak lagi kristen melainkan Galatianisme. Percaya Yesus tapi percaya bahwa hukum taurat perlu ditaati sebagai ukuran Allah bertindak terhadap kita.

Kita terjebak dalam gaya hidup perjanjian lama. Padahal perjanjian baru jauh lebih megah dan mulia.

Hidup dalam kedagingan adalah ketika anda percaya bahwa pencapaian anda menjadi tolak ukur kasih Allah bagi anda.
Sekali lagi, moralitas yang buruk hanya dampak dari pada hidup dalam kedagingan.

Yesus telah menyudahi HT lewat kematianNya.
Anda tidak perlu berupaya berjerih lelah agar dicintai Allah. Allah mencintai anda dan kematian Yesus adalah buktinya. Anda akan selalu gagal membuktikan kasih anda pada Allah. Tapi Dia tak pernah gagal. Dia telah membuktikannya 2000 tahun lalu.

Hidup oleh iman = tidak berusaha jadi lebih baik, tapi percaya bahwa lewat Yesus, anda memang yang terbaik.

Salib Yesus mengubah sejarah. KematianNya bukan kelahiranNya. KelahiranNya menambah rentetan peristiwa bersejarah tapi kematianNya mengubah sejarah, menghasilkan sejarah baru. Yang lama sudah berlalu yang baru sudah datang.

Berhentilah hidup dalam kedagingan. Jangan berfokus pada pencapaianmu..pandang Yesus dan pencapaianNya : TETELESTAI = Sudah selesai.

Take a rest^^

#YesusForNgana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar